MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMI MPINAN bag 3
membangaun karakter (caracter building) merupakan salah satu tugas yang harus di emban oleh seorang pemimpin. pembangunan karakter yang dilakukan secara fundamental akan menjadikan sebuah organisasi atau suatu lembaga dapat berdiri kokoh sesuai dengan alur pijakan organisasi yang ada. apabila semua unsur yang terlibat di dalam organisasi mampu dan memahami bangunan dasar (foundation building) secara utuh dan menyeluruh tentu perjalanan organisasi yang berda di bawah kendali kepemimpinannya akan dapat berjalan maksimal dan optimal. caracter buuilding yang sangat vital bagi suatu organisasi adalaha rasa kasih sayang antara satu dengan yang lain. nilai-nilai kasih sayang tersebut tercermin pada surat al faatihah ayat 3, yang isinya adalah "yang maha pengasih dan maha penyayang" . sifat rahman dan rahim yang secara esensi merupakan hak kemutlakan bagi Tuhan untuk menyandangnya, akan tetapi nilai-nilai yang tersirat di balik sifat ketuhanan tersebut dapat di breakdown kedalam lingkup kajian kepemimpinan.
pola organisasi yang model kepemimpinanya di lambari dengan naluri rahman dan rahim akan membawa kesejukan dan kedamaian bagi roda organisasi. kasih sayang yang ada pada kalimat rahman merupakan kasih sayang yang bermakna universeal, dimana kasih sayang yang dibangu dalam organisasi atau seorang pemimpin merupakan kasih sayang yang menyuluruh. tidak hanya bersifat lokal akan internal organisasi, akan tetapi juga membangun relasia kasih sayang terhadap semua pihak yang lebih luas (eksternal). pemahaman ini di kandung maksud bahwa keberadaan organisasi yang didalamnya ada seorang leader atau peimimpin yang menjadi ujung tombak sebuah organisasi, tidak selayaknya memiliki pandangan picik terhadap masyarakat sekitar, baik masyarakat yang bersifat kelembagaan ataupun masyarakat yang bersifat individual. dengan memahami konteks demikian, maka yang perlu dilakukan oleh seorang pimpinan adalah menyebarkan rasa kasih sayang kepada masyarakat yang ada, selain itu juga memberikan tauladan dan arahan kepada semua komponen yang ada dalam organisasi ubntuk mengembangkan budaya organisasi yang berbentuk kasih sayang tersebut kepada siapaja, kapanpun dan dimanapun mereka berada. kasih sayang yang terbangun dengan kuat dan harmonis antara internal dan ekternal organisasi akan sanfat membantu dan memperkokoh tumbuh kembangnya organisasi.
disis lain nilai yang terkandung dalam arohim yaitu bahwa, kasih sayang yang diberikan oleh seorangf pemimpin harus juga ada yang bersifat khususu (intern attachment) kasih sayang ini akan membangun dan memperkuat ikatan demosional antara pimpinan dengan bawahan, semakin kuat ikatan emosionalnya, maka semakin kuat bangunan organisainya. bentuk kasih sayang yang diberikan oleh seorang pimpinan kepad bawahannya, harus mampu menggambarkan kepedulian dan kasih sayang tanpa pamrih atau tendensi. selain itu caracter kasih sayang ini tidak hanya dijalon antara pimpinan dengan bawahannya, akan tetapi bagaimana hal ini juga harus mampu teremanasikan kepada setiap anggota organisasi yang ada. organisasi ibarat suatu bangunan yang hatus saling menguatkan den menyokong antara satu dengan yang lain. jalinan interaksi antar anggota yang harmonis dan kondusif tentunya kan lebih mekksimalkan sumberdaya yang ada untuk bekerja dan berkinerja guna memberdayakan potensi yang dimiliki semaksimla dan seoptimal mungkin.
membangun caracter building bukanlah perkara yang mudah, karena harus menyelamyi berbagai karakter manusai dengan keberaneka ragaman kapasitas dan kapabilitasnya, sehingga di perlukan kesabaran dan keuletan di dalam menginternalisasikannya. membangun karakter ibarat melukis pada sebuah batu, maka agar batu itu bisa berpola dan memiliki bentuk sebagaimana yang akan kita harapkan perlu dilakukan pahatan secara perlahan dan berhati-hati agar hasilnya sesauai dengan yang di harapkan dan batunya tidak rusak dan patah. demikian juga pada saat memahatkan karakter kasih sayang kepada anggota organisasi, sangat dibutuhkan kehati-hatian dan kesabaran di dalam menanmkannya, tsnps hsl itu akan sanagta sulit untuk digapai walaupun itu tidak mustahi.
maka menjadi hal yang sangat penting dalam suatu organisasi membangun dan mengembangkan caracter kasih sayang tersebut untuk menjadi budaya organisasi, sehingga organisasi yang ada akan berjalan dengan di;liputi kasih sayang baik dengan pimpinan dan anak buahnya, ataupun sesama pegawai yang ada di dalmnya.
wassalam
pola organisasi yang model kepemimpinanya di lambari dengan naluri rahman dan rahim akan membawa kesejukan dan kedamaian bagi roda organisasi. kasih sayang yang ada pada kalimat rahman merupakan kasih sayang yang bermakna universeal, dimana kasih sayang yang dibangu dalam organisasi atau seorang pemimpin merupakan kasih sayang yang menyuluruh. tidak hanya bersifat lokal akan internal organisasi, akan tetapi juga membangun relasia kasih sayang terhadap semua pihak yang lebih luas (eksternal). pemahaman ini di kandung maksud bahwa keberadaan organisasi yang didalamnya ada seorang leader atau peimimpin yang menjadi ujung tombak sebuah organisasi, tidak selayaknya memiliki pandangan picik terhadap masyarakat sekitar, baik masyarakat yang bersifat kelembagaan ataupun masyarakat yang bersifat individual. dengan memahami konteks demikian, maka yang perlu dilakukan oleh seorang pimpinan adalah menyebarkan rasa kasih sayang kepada masyarakat yang ada, selain itu juga memberikan tauladan dan arahan kepada semua komponen yang ada dalam organisasi ubntuk mengembangkan budaya organisasi yang berbentuk kasih sayang tersebut kepada siapaja, kapanpun dan dimanapun mereka berada. kasih sayang yang terbangun dengan kuat dan harmonis antara internal dan ekternal organisasi akan sanfat membantu dan memperkokoh tumbuh kembangnya organisasi.
disis lain nilai yang terkandung dalam arohim yaitu bahwa, kasih sayang yang diberikan oleh seorangf pemimpin harus juga ada yang bersifat khususu (intern attachment) kasih sayang ini akan membangun dan memperkuat ikatan demosional antara pimpinan dengan bawahan, semakin kuat ikatan emosionalnya, maka semakin kuat bangunan organisainya. bentuk kasih sayang yang diberikan oleh seorang pimpinan kepad bawahannya, harus mampu menggambarkan kepedulian dan kasih sayang tanpa pamrih atau tendensi. selain itu caracter kasih sayang ini tidak hanya dijalon antara pimpinan dengan bawahannya, akan tetapi bagaimana hal ini juga harus mampu teremanasikan kepada setiap anggota organisasi yang ada. organisasi ibarat suatu bangunan yang hatus saling menguatkan den menyokong antara satu dengan yang lain. jalinan interaksi antar anggota yang harmonis dan kondusif tentunya kan lebih mekksimalkan sumberdaya yang ada untuk bekerja dan berkinerja guna memberdayakan potensi yang dimiliki semaksimla dan seoptimal mungkin.
membangun caracter building bukanlah perkara yang mudah, karena harus menyelamyi berbagai karakter manusai dengan keberaneka ragaman kapasitas dan kapabilitasnya, sehingga di perlukan kesabaran dan keuletan di dalam menginternalisasikannya. membangun karakter ibarat melukis pada sebuah batu, maka agar batu itu bisa berpola dan memiliki bentuk sebagaimana yang akan kita harapkan perlu dilakukan pahatan secara perlahan dan berhati-hati agar hasilnya sesauai dengan yang di harapkan dan batunya tidak rusak dan patah. demikian juga pada saat memahatkan karakter kasih sayang kepada anggota organisasi, sangat dibutuhkan kehati-hatian dan kesabaran di dalam menanmkannya, tsnps hsl itu akan sanagta sulit untuk digapai walaupun itu tidak mustahi.
maka menjadi hal yang sangat penting dalam suatu organisasi membangun dan mengembangkan caracter kasih sayang tersebut untuk menjadi budaya organisasi, sehingga organisasi yang ada akan berjalan dengan di;liputi kasih sayang baik dengan pimpinan dan anak buahnya, ataupun sesama pegawai yang ada di dalmnya.
wassalam
Komentar
Posting Komentar