MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN BAG 5

Menguraikan dan mentadaburi al Quran, maka tidak akan pernah ada habisnya sehingga membaca konteks al quran dari sisi kepemimpinanpun demikian juga. pada bagian ini akan di jabarkan bagian 5 yang di ambil dari pemahaman surat al fatihah ayat 5 yang artinya hanya kepada MU kami menyembah dan hanya kepada Mu kami mohon pertolongan.
sisi nilai-nilai kepemimpinan yang dapat di ambil dari ayat tersebut hendaknya seorang pemimpin tidak memunculkan sifat kesombongan atau ananiyah. percaya diri (self confident) mertupakan keharusan, akan tetapi kesombongan bukan sifat seorang pemimpin. kesombongan seruing didasari sifat keakuan atau egoisme. pemimpin yang egoisme maka cenderung untuk mementingkan ide-ide dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan pendapat atau usulan orang lain. dengan keadaan ini maka kepemimpinan akan melahirkan anak buwah atau bawahan memiliki karakter pengecut ata sifat munafik, dimana ketika berada di depan pimpoinan bersikap manis dan bersifat baik, akan tetapi ketika di belakang akan mencarai dan mencela kebijakan-kebijakan yang di ambil oleh pemimpin. maka dari itu pemimpin harus bisa menerima dan merasa bahwa dirinya masih belum sempurna, dan kesempurnaan itu dibangun dalam fondasi kebersamaan antara pimpinan dan bawahan. lebih dalam lagi nilai yang terkandung pada ayat tersebut juga mengisyaratkan bagaimana seorang pemimpin juga harus memiliki sikap spirittual yang tinggi, sehingga tidak sekedar berorientasi pada akal nurni, tetapi juga nelibatkan unsur-unsur spiritual yaitu kedekatan dengan Tuhan transendent approach ). dengan bekal spiritual yang kokoh, maka seorang pemimpin akan memiliki self control yang kiat dan memiliki kematangan dalam bersika (self maturation) dalam mengambil sikap atau memutuskan suatu kebijakan.
selanjutnya nilai yang dapat di petik dari ayat tersebut adalah kemampuan untuk membangun kerjasama (relatonship) atau tolong menolong (taawun)  antara satu dengan yang lain. Antar pimpinan dengan bawahan harus memiliki pemahaman yang saling menguatkan dan mengokohkan bangunan organisasi. konsep tolong menolong yang ada tidak akan mungkin dapat di wujudkan guna menopang kokohnya landasan suatu organisasi bila mana pemahaman tersebut hanya bersifat parsial.  dalam organisasi yang sehat, masing masing lini bertugas dan berfungsi sebagimana tupoksi masing-masing. pimpinan berfungsi dan menjalankan tugasa kepemimpinannya, bawahan berfungsi=i dan bertanggung jawab sebagai mana tugas dan fungsinya. pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana posisi dan porsi maing-masing dengan maksimal dan optimal merupakan bentuk tolong menolong yang pada akhirnya akan bisa membawa kesuksesan masa depan suatu organisasi.
kesadaran akan konsep taaun pada suatu organisasi dapat menciptakan suasan yang kondusif bagi perjalanan roda organisasi.
wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN bag muqodimah

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN Bag 6

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN bag 1