MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN bag 2

Kemampuan untuk membawa suatu organisasi ataupun suatu lembaga bukanlah perkara yang mudah. tanpa adanya potensi dan komitmen yang kuat bagi pemimpinnya tentu akan sulit untuk menggapa tujuan yang di targetkan oleh suatu organisasi, makanya keberadaan seorang pemimpin yang betul betul memahami posisi kepemimpinanya tentu merupakan suatu kemutlakan dalam sebuah organisasi.
seorang pemimpin harus memahami konteks dan siuas cultur organisasi yang di pimpinnya. sebagaimana tersirat pada surat al fatihah ayat 3 yang di dalamnya terkandung makna yang luar biasa bagi fondasi sikap kepemimpinan.
pada ayat tersebut menggambarkan bagaimana seorang pemimpin harus mampu memberikan sebuah reward kepada anak buahnya, baik secara fisik maupun non fisik, baik yang berupa materi non materi. selain berupa pujian, seorang pemimpin harus mampu mengungkapkan rasa terima kasih baik terhadap hasil yang sudah di gapai oleh anak buahnya, maupun ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas semua pencapain yang sudah di gapainya.
selain itu seorang emimpin harus memiliki wawasan dan cara pandang yang universal, sebagaimana tersirat pada kalimat robbil alamiina, yang artinya Tuhan semesta alam. hal ini mengiasyaratkan, bagaimana seorang pemimpin mampu dan faham betul terhadap keadaan organisasinya, baik yang bersifat internal maupun eksternal. gaya berfikir seorang pemimpin harus bersifat makro dan tidak mikro.
kemampuan dan pemahaman komprejensif yang dimiliki oleh seorang pemimpin akan sangat membantu dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. seorang pemimpin yang memiliki keluasan pemahaman dan dalamnya cakrawala keilmuan akan mampu membawa sebuah organisasi dan lembaga semakin maju dan berkembang.
selain itu kemampuan tersebut juga akan membuat daya analisa dan manajemen pengelolaannya dapat betul-betul didasari dengan pertimbangan yang utuh dan komprehensif pada saat mengambil suatu keputusan.

konsep kepemimpinan yang sangat aplikatif ini, tentunya perlu dikembangkan lebih maksimal lagi, agar dalam proses kepemimpinan yang ada mampu memberikan dampak yang positif dan signifikan bagi perkembangan dan optimalisasi suatu organisasi.
didasarkan apad ayat tersebut ada du hal paling tidak yang bisa di jadian sebagai fondasi seorang pemimpin yaitu:pertama kemampuan untuk brsyukur dan memberikan reward bagi anakbuahnya yang sudah berprestasi dan memberikan kontribusi signifikan bagi organisasi yang dipimpinnya.
ke dua hal yang dapat di petik dari ayat tersebut adalah bagaimana seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang universal dan komprehensif serta mendalam berkaitan dengan organisasi yang dipimpinnya.
wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN bag muqodimah

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN Bag 6

MEMBUMIKAN AL QURAN DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN bag 1